Kamis Pahing,  19 Oktober 2017 16:28 WITA
Alamat : Jl. Nusa indah No.20 X Denpasar Bali
Telepon : +62 361 - 234293
Email : info@sman3denpasar.sch.id
Kunjungi kami di
 
Kepala Sekolah
Drs. Ketut Suyastra, M.Pd
Ketua Komite
Ir. Ida Bagus Putu Bintana

Oktober, 2017
MSSR KJS
1234567
891011121314
15161718 192021
22232425262728
293031    

MATERI PELAJARAN

KRITIK DAN SARAN
2016-06-10 00:40:54
  Bayu
  Sma 3
 
2015-06-20 15:47:16
  I Wayan Yudiarta
  Rapor perlembangan siswa
 
2015-05-20 02:46:39
  DR.drh.i gede wempi dody surya permadi, M.Si
  manfaatkan eskul
 
2015-04-21 10:48:20
  Cahya
  Siswa merusak kendaraan
 
2014-08-03 19:02:11
  Sukma Awantari
  kalender pendidikkan
 

ALUMNI TRISMA
Nama Alumni
Angkatan
Jurusan

 
BERITA DETAIL
https://sman3denpasar.sch.id/ - Rabu, 18 Januari 2017
Perbedaan Sumbangan, Bantuan dan Pungutan Pendidikan
Dibaca: 1017 Pengunjung


Oleh : Adi Soekariawan

Jakarta, Kemendikbud --- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah mengatur batas-batas penggalangan dana yang boleh dilakukan Komite Sekolah. Penggalangan dana tersebut ditujukan untuk mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan di sekolah dengan azas gotong royong. Dalam Permendikbud tersebut, Komite Sekolah diperbolehkan melakukan penggalangan dana berupa Sumbangan Pendidikan, Bantuan Pendidikan, dan bukan Pungutan.

Di Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 pasal 10 ayat (1) dijelaskan bahwa Komite Sekolah melakukan penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya untuk melaksanakan fungsinya dalam memberikan dukungan tenaga, sarana dan prasarana, serta pengawasan pendidikan. Kemudian pada pasal 10 ayat (2) disebutkan bahwa penggalangan dana dan sumber daya pendidikan lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berbentuk bantuan dan/atau sumbangan, bukan pungutan.

Yang dimaksud dengan Bantuan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa oleh pemangku kepentingan satuan pendidikan di luar peserta didik atau orang tua/walinya, dengan syarat yang disepakati para pihak. Sumbangan Pendidikan adalah pemberian berupa uang/barang/jasa/ oleh peserta didik, orang tua/walinya, baik perseorangan maupun bersama-sama, masyarakat atau lembaga sevara sukarela, dan tidak mengikat satuan pendidikan. Kemudian Pungutan Pendidikan adalah penarikan uang oleh Sekolah kepada peserta didik, orang tua/walinya yang bersifat wajib, mengikat, serta jumlah dan jangka waktu pemungutannya ditentukan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Sesditjen Dikdasmen) Thamrin Kasman mengatakan, penggalangan dana berupa sumbangan, bantuan, maupun pungutan memungkinkan terjadi di satuan pendidikan, karena belum adanya analisis kebutuhan biaya yang benar-benar riil di satuan pendidikan.

“Jadi ada biaya ideal dan biaya faktual. Pilihannya adalah, layanan pendidikan di sekolah itu mau menggunakan biaya ideal atau faktual? Kalau mau ideal, tapi secara faktual dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum cukup membantu, lalu ada yang mau nyumbang untuk menutupi itu, ya silakan,” ujar Thamrin saat jumpa pers di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (16/1/2017).

Thamrin menuturkan, ada dua kategori sekolah, yaitu sekolah penerima BOS, dan sekolah yang tidak menerima BOS. Sekolah penerima BOS tidak boleh sewenang-wenang menentukan pungutan, karena ada 13 poin pembiayaan di sekolah yang bisa menggunakan dana BOS. Ia menjelaskan, di poin ke-13 terbuka kesempatan bagi sekolah meminta pungutan, karena poin ke-13 itu merupakan kebutuhan lain sekolah yang tidak bisa didanai BOS karena sudah digunakan untuk membiayai 12 poin lain.

“Namun, aturan mengenai Pungutan Pendidikan saat ini baru mengatur untuk SD dan SMP (pendidikan dasar). Untuk SMA dan SMK peraturannya masih digodok,” kata Thamrin. Ketentuan mengenai Pungutan Pendidikan yang dilakukan sekolah (bukan Komite Sekolah) di tingkat pendidikan dasar diatur dalam Permendikbud Nomor 44 Tahun 2012 tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Mendikbud Bidang Regulasi, Chatarina Muliana Girsang menegaskan, Permendikbud tentang Komite Sekolah maupun Permendikbud tentang Pungutan dan Sumbangan Biaya Pendidikan pada Satuan Pendidikan Dasar tidak untuk membebani orang tua/wali yang tidak mampu.

“Sumbangan memang bisa diminta dari orang tua siswa, tetapi tidak untuk seluruh orang tua, karena sifatnya suka rela. Ketika sumbangan itu diberlakukan untuk seluruh orang tua, itu jatuhnya jadi pungutan. Dalam menentukan pungutan pun, sekolah harus melihat kemampuan ekonomi orang tua siswa,” tegas Chatarina. (Desliana Maulipaksi)

Sumber: http://www.kemdikbud.go.id


Dibaca: 1017 Pengunjung


 
Berita Lainnya
26 Agustus 2017 : Panduan Penyusunan Proposal Kewirausahaan 2017 SMAN 3 Denpasar
15 Agustus 2017 : Pengumuman Ide Penelitian Terbimbing OPSSH V 2017 SMAN 3 Denpasar
30 Juni 2017 : Download formulir untuk pengisian data Peserta Didik Baru Tahun 2017
16 Januari 2017 : FINAL ASK 2017
14 Januari 2017 : 4 BESAR FINALIS ASK 2017
Cari berita :    
 
AGENDA
23-05-2016-02-06-2016
  EVALUASI PEMBELAJARAN
 
30-12-2014-18-01-2015
  Agenda HUT ke-38
 
29-10-2014-29-10-2014
  Ulangan Akhir Semester
 
26-08-2014-26-08-2014
  KALENDER PENDIDIKAN
 
06-02-2013-06-02-2013
  DANA PUNIA PEMUGARAN PADMASANA DAN PELINGGIH PENUNGGUNG KARANG (Lanjutan)
 
Agenda Lainnya

VIDEO KEGIATAN
Video Kegiatan Lainnya

SITUS TERKAIT
  SMAN 4 Denpasar
  SMAN 5 Denpasar
  SMAN 2 Denpasar
  SMAN 7 Denpasar
  SMAN 8 Denpasar
  NUPTK
  SMAN 1 Denpasar
  KEMDIKBUD
Situs Terkait Lainnya

JAJAK PENDAPAT
Bagaimana Penilaian Anda Terhadap Website SMAN 3 Denpasar?
Sangat Bagus
Bagus
Kurang Bagus
Jelek
 
Responden : 6742 Responden
Lihat hasil

DATA PENGUNJUNG


1519454

Pengunjung hari ini : 115
Total pengunjung : 197355

Hits hari ini : 238
Total Hits : 1519454

Pengunjung Online: 2



  Copyright © 2012 SMAN 3 Denpasar. All Rights Reserved.